Logo

Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mendukung langkah strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengakhiri stimulus berupa restrukturisasi kredit perbankan untuk penanganan dampak negatif pandemi Covid-19. Asbisindo optimistis kebijakan ini tidak akan berdampak ke industri karena kondisi perbankan pasca-pandemi memiliki resiliensi tinggi.

Ketua Umum Asbisindo Hery Gunardi mengatakan, kondisi perbankan khususnya perbankan syariah memiliki resiliensi yang tinggi pasca-pandemi. Meskipun, kondisi perekonomian Indonesia masih dibayangi ketidakpastian perekonomian global.

“Hal ini tak terlepas dari strategi dan respons pemerintah yang tepat dalam menghadapi krisis akibat pandemi maupun ketidakpastian ekonomi global,” ujar Hery dalam siaran pers, Senin (1/4).

Strategi dan respons cepat ini membantu meringankan nasabah perbankan yang terdampak pandemi. Di sisi lain, tingkat permodalan industri perbankan nasional khususnya perbankan syariah cukup kuat. Likuiditasnya pun sangat memadai. Faktor-faktor tersebut diperkuat pula oleh manajemen perbankan syariah yang mampu menerapkan pengelolaan risiko yang baik.

Selain itu, Asbisindo mendukung OJK mengakhiri restrukturisasi karena saat ini pemulihan ekonomi semakin meningkat. Laju inflasi semakin terkendali dan investasi di dalam negeri terus bertumbuh.