Logo

Harga beras rata-rata di tingkat pedagang eceran melambung tinggi pada Maret 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga beras di tingkat konsumen mencapai Rp 15.517 per kg atau naik 2,06% secara bulanan (mtm) dan 20,07% secara tahunan (yoy).

Dalam hal ini, pedagang eceran merupakan perorangan atau badan usaha yang melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen akhir dalam partai kecil.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, kenaikan harga beras eceran sebesar 20,07% yoy merupakan yang tertinggi sejak 20211 lalu.

“Ini tertinggi kalau kita bandingkan sejak Februari 2011. Pada saat Februari 2011 sempat ada inflasi beras lebih tinggi sebesar 23,34%,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/4).

Padahal pada bulan sebelumnya, harga beras masih sebesar Rp 15.209 per kg. Sementara pada Maret 2023 berada di harga Rp 12.788 per kg dan pada Maret 2022 masih di bawah Rp 12.000 per kg.

Adapun harga beras yang sampaikan oleh BPS merupakan, rata-rata harga beras mencakup berbagai jenis kualitas beras, dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia.

Harga Gabah Kering dan Gabah Giling Turun

Di tengah kenaikan harga beras eceran, harga gabah di tingkat petani dan di tingkat penggilingan justru mulai turun pada Maret 2024. Penurunan harga gabah terjadi secara bulanan.